TAMAN WISATA ALAM BANTIMURUNG KABUPATEN MAROS


Taman Wisata Alam Bantimurung ) (disingkat TWA Bantimurung) adalah salah satu dari lima unit kawasan konservasi di wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung. Tak hanya sebagai kawasan konservasi, kawasan ini juga diperuntukan sebagai tempat wisata dan telah menjadi salah satu tempat wisata primadona di Sulawesi Selatan hingga saat ini. Tempat wisata yang ada di TWA Bantimurung diantaranya adalah Gua Mimpi, Helena Sky Bridge, Air Terjun Bantimurung, dan Danau Kassi Kebo. Secara letak administratif, TWA Bantimurung berada di Dusun Bantimurung, Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kawasan ini dikelola dengan kerjasama antara pihak Balai TN Babul KLHK dan Disbudpar Pemkab Maros.

TWA Bantimurung berjarak ± 43 km dari pusat Kota Makassar, ± 28 km dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, atau ± 13 km dari pusat ibu kota Kabupaten Maros (Turikale). Dari pusat Kota Turikale, dapat ditempuh sekitar 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Aksesnya pun sangat mudah dijangkau, karena berada di jalan provinsi, yakni jalan poros Maros–Bone dengan kondisi jalan yang sangat baik dan dapat dilalui oleh semua jenis kendaraan.

Pada tahun 1856-1857 seorang naturalis Inggris yang terkemuka bernama Alfred Russel Wallace menghabiskan sebagian hidupnya di kawasan ini untuk menikmati dan meneliti 150 spesies kupu-kupu yang tidak dijumpai di daerah lain seperti spesies Papilio Androcles. Wallace menjuluki kawasan ini the Kingdom of Butterfly karena keanekaragaman jenis kupu-kupu. Di kawasan ini terdapat beberapa gua dengan stalaktit dan stalakmitnya yang menakjubkan dan apabila kita berada dalam gua tersebut serasa di alam mimpi, salah satunya yaitu Gua Mimpi dengan panjang lorong 1.500 m dan memiliki ornamen-ornamen yang menakjubkan. 

Sebagai daerah yang dijuluki dengan The Kingdom Of Butterflies dan untuk memudahkan pengunjung untuk mengetahui berbagai jenis kupu-kupu dengan berbagai warna yang menarik, maka oleh pihak pengelola disediakan museum sebagai wadah aneka jenis kupu-kupu dalam bentuk opsetan. Agar wisatawan yang datang mendapat kemudahan dalam mengenal berbagai jenis kupu-kupu tersebut. Juga dapat dimanfaatkan sebagai ilmu pengetahuan bagi para pelajar dan mahasiswa dalam ilmu biologi. Disamping itu di TWA Bantimurung terdapat penangkaran kupu-kupu sejak tahun 2005 dengan luas areal sekitar 2 ha. Kandang berukuran 4m x 8m x 4m dibangun guna perbanyakan jenis khususnya dari jenis yang dilindungi, dan dikelola oleh Balai TN Babul.

Postingan populer dari blog ini

Suka Duka Menjadi Relawan Ambulance

WISATA SITUS PURBAKALA LEANG-LEANG ADA DI KABUPATEN MAROS?

Pramuka SMA Angkasa Lanud Sultan Hasanuddin